Tidak Diterima Kerja, Jadi Pengusaha Saja

Desember 1, 2008 at 8:38 am Tinggalkan komentar

Kemiskinan merupakan problem besar bangsa Indonesia. Toha Putra Center (TPC) selama empat hari belum lama ini menyelenggarakan pelatihan ’’Hidup Berlimpah dan Hidup Berkah’’ dengan mentor Ustad Samsul Arifin dari Jakarta. Tujuannya menciptakan banyak orang kaya yang bisa membantu warga miskin. Wartawan Suara Merdeka Sudarto yang mengikuti pelatihan tersebut menulis
laporannya berikut ini.

’’SEBELUM mengikuti pelatihan ini, saya sebenarnya ingin membuka toko cabang di luar Kota Semarang. Tanahnya sudah ada sejak lama. Tetapi saya selalu takut. Jangan-jangan nanti saya justru rugi. Jangan-jangan toko baru akan membebani toko yang sudah ada.

’’Tetapi setelah mengikuti pelatihan, apalagi setelah disuruh menginjak-injak pecahan botol, saya tidak takut lagi. Mulai bulan depan, saya akan bangun toko baru itu. Dana sudah ada. Apalagi, saya juga tidak punya utang,’’ kata dokter Faizah (59), pemilik sebuah toko busana muslim terbesar di Semarang.

Tekad lain diungkapkan oleh seorang ibu dari Pemalang. Dengan suara lantang dia berucap, ’’Hari ini saya telah membuat suatu keputusan besar dalam hidup saya. Mulai tahun depan saya akan keluar dari pegawai negeri. Saya akan fokus mengelola tiga toko saya, yang selama ini telantar. Saya yakin, toko saya akan berkembang menjadi lebih banyak dan saya bisa hidup kayaraya.’’

Hal senada juga dikemukakan beberapa peserta lain dalam pelatihan ’’Hidup Berlimpah dan Hidup Berkah’’ di Hotel Rawapening Bandungan, Ambarawa, baru-baru ini. Pelatihan diikuti 75 orang dari berbagai kota. Selain dari Semarang, ada juga dari Pemalang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekanbaru, dan Batam. Sebagian besar dari mereka adalah pengusaha. Tujuan pelatihan memberikan wawasan kepada para peserta agar selalu berpikir terbuka dan besar. Tidak hanya untuk kepentingan dirinya

sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk kerabat, lingkungan, dan umat. Mereka digembleng untuk menjadi orang yang sukses. Orang yang hidupnya berlimpah atau kayaraya.  Apa pun usaha atau bidang yang digeluti. Setelah usahanya maju dan memiliki uang yang  banyak, mereka harus membantu masyarakat yang masih dililit kemiskinan. ’’Anda harus menjadi penerang kehidupan (be the light) bagi umat,’’ kata Ustad yang juga pengusaha sukses itu. Mengapa banyak orang Indonesia yang mayoritas umat Islam itu hidup miskin? Menurut dia, selama ini kita terkungkung oleh budaya ’’hidup nrima (menerima apa adanya) dan rendah diri.’’ Selain itu, juga akibat salah menafsirkan ajaran agamanya.

’’Banyak orang yang hanya berpikir sempit (kecil). Mereka berpikir, asal gaji atau penghasilannya bisa untuk membiayai sekolah anaknya, membayar rekening listrik, memenuhi kebutuhan makan minum, bisa punya rumah, mobil, cukuplah. Buat apa kita ngaya (membanting tulang). Yang penting, berapa pun penghasilan kita, harus disyukuri. Rezeki itu Allah yang mengatur.’’

Kata Samsul, cara berpikir seperti itu justru keliru. Itu sikap egois. Orang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Seharusnya, selain memikirkan diri sendiri dan keluarganya, orang juga memikirkan nasib umat. Apalagi di Indonesia, jumlah warga miskin sangat besar. Banyak dari mereka yang tidak bisa membayar sekolah anaknya, tidak bisa makan kenyang sesuai kebutuhan, tidak punya rumah yang layak.

’’Saya menangis melihat kenyataan itu. Kita semua ikut bersalah. Mengapa kita tidak berbuat sesuatu untuk mereka. Mengapa kita tidak berusaha hidup kayaraya, yang kemudian bisa mengeluarkan zakat dan sedekah yang besar untuk memberdayakan mereka,’’ ujar dia berapi-api yang membuat banyak peserta terharu.

Terbelenggu Rasa Takut

Menurut Samsul, banyak orang Indonesia yang tidak bisa hidup kayaraya karena terbelenggu rasa takut. Mereka takut dan ragu untuk berbuat sesuatu bagi kemajuan dirinya. Misalnya takut dan ragu membuka usaha yang bisa menambah pendapatan keluarga. Takut memiliki cita-cita atau mimpi besar karena khawatir dianggap sebagai orang yang tidak tahu diri. Tidak bisa mengukur kemampuan dirinya.

Karena itu, selama pelatihan para peserta digembleng untuk tidak punya rasa takut, khawatir, ataupun ragu-ragu. Pelatihan yang diberikan mirip indoktrinasi. Peserta diharuskan untuk benar-benar mampu mengubah cara pikirnya. Mereka diminta terus bermimpi menjadi orang kaya.

Tanpa perubahan pola pikir, tidak mungkin seseorang menjadi kaya. Maka, pada pelatihan hari terakhir, sebentar-sebentar peserta diharuskan mengucapkan bahwa dia sudah berani mengambil keputusan besar untuk menjadi kaya. Tidak takut lagi menjadi kayaraya.

Ini dilakukan setelah  para peserta diharuskan menginjak-injak pecahan botol (beling) untuk membuang rasa takut dan ragu. Banyak peserta yang merasa miris dan badannya gemetar saat atraksi menginjak pecahan botol dimulai. Tetapi Ustad Samsul meyakinkan, dengan keyakinan kuat kepada Allah, semuanya bisa terjadi. Nabi Ibrahim tidak hangus ketika dibakar oleh orang kafir.

Akhirnya semua peserta berhasil melewati ujian itu dengan lancar, termasuk ibu-ibu. Tidak sedikit dari mereka yang berteriak histeris ketika berhasil menginjak-injak beling tanpa ada sedikit pun cedera di telapak kakinya. Ada yang harus dituntun rekan-rekannya karena begitu senangnya bisa melewati ujian sehingga tidak mampu berjalan.

Bagi mereka yang masih punya rasa takut setelah digembleng dan menjalani ujian menginjak-injak beling, Ustad Samsul memerintahkan mereka memakan silet. Ya, silet betulan. Sebelum dimakan, silet digunakan merobek kertas dan terlihat tajam. Ada empat peserta yang terpaksa harus memakan silet, sebelum akhirnya mereka menyatakan tidak punya rasa takut lagi.

Menurut Ustad Samsul, untuk menjadi kayaraya, seseorang harus memiliki keberanian ekstra. Tidak seperti orang kebanyakan.  Dia harus berani  menghadapi tantangan, baik datang dari luar maupun dari diri sendiri (internal). Segala sesuatu yang melemahkan tekadnya haruslah dianggap sebagai setan, yang mesti dilawan. Tentu saja, selain itu juga harus punya ilmu dan komitmen (tekad) yang kuat untuk hidup kaya. Bukan sekadar ingin hidup kaya tetapi tak berbuat apa-apa. (60)

sumber : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=40312

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

REKRUTMEN KERJA DI PT JVC DAN EPSON JAKARTA Lowongan Kerja PT EPSON

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Form Calon Alumni

FORM DAFTAR ONLINE

Mau Mendaftar Kerja??

Arsip

Job Reader

Job Hunter

  • 126,836 member

Twitter Terbaru

Sahabat BKK

Kata Mutiara


%d blogger menyukai ini: